Ada yang menarik dari buku karangan Bapak M. Furqon Hidayatullah yang berjudul GURU SEJATI MEMBANGUN INSAN BERKARAKTER KUAT DAN CERDAS. Dalam buku karanganya tersebut dibahas masalah proses belajar-mengajar dengan hati.
Dan kebetulan baru penulis temukan pembahasan belajar-mengajar dengan hati yang dibahas oleh Bapak Furqon dalam bukunya, yang sebelumnya tidak pernah temukan dalam buku-buku lain.
Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati penulis rasa sangat perlu untuk diterapkan oleh para guru di Indonesia. Dengan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati diharapkan guru Indonesia tidak hanya mengajar namun lebih luas lagi kearah mendidik. Yang menjadi perhatian penulis belakangan ini adalah banyaknya guru lupa memahami keinginan hati setiap siswanya. Dengan mengetahui keinginan hati dari setiap siswanya, dapat mempermudah guru mencapai tujuan proses belajar-menganya. Bagai mana tidak dengan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati guru akan mampu membangkitkan semangat belajar para siswanya., begitu jelas Bapak Furqon dalam bukunya tersebut. Bapak Fuqon juga menjelaskan bahwa untuk menerapkan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati, guru harus menumbuhkan rasa sebagai berikut: 1. Mendidik untuk mencari keridhaan Yang Maha Kuasa, 2. Mendidik merupakan tugas mulia, 3. Mendidik merupakan tugas utama guru.
Penulis dapat simpulkan dengan tiga hal tersebut guru diharapkan lebih mencintai dan bersungguh-sunggu menjalankan tugasnya, yang dilandasi karena mengharapkan keridhaan Yang Maha Kuasa.
Untuk menerapkan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati maka guru harus mampu menumbuhkan rasa cinta yang ikhlas karena mengharapkan keridhaan yang Maha Kuasa.
Toto Tasmara (2001: xvii) mengemukakan bahwa cinta adalah keinginan untuk memberi dan tidak memiliki pamrih untuk memperoleh imbalan. Cinta bukan komoditas, tetapi sebuah kepedulian yang sangat kuat terhadap moral dan kemanusiaan. Cinta berarti kemampuan untuk membuka pintu pemaafan serta jauh dari sikap dendam dan benci. Dalam konteks cinta ini maka peran suara hati sangat penting artinya dan sekaligus merupakan kunci keberhasilan dalam mendidik siswa.
Dengan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati maka seharusnya tidak ada kebencian yang menyelimuti proses belajar- mengajar di kelas. Baik di hati guru ataupun siswanya. Dan dengan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati proses belajar-mengajar akan lebih hangat dan akhirnya akan menciptakan iklim kelas yang kondusif dan proses belajar-mengajar yang efektif. [Ydigmb]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar