IGMB

Sabtu, 23 Agustus 2014

Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati



Ada yang menarik dari buku karangan Bapak M. Furqon Hidayatullah yang berjudul GURU SEJATI MEMBANGUN INSAN BERKARAKTER KUAT DAN CERDAS. Dalam buku karanganya tersebut dibahas masalah proses belajar-mengajar dengan hati.
Dan kebetulan baru penulis temukan pembahasan belajar-mengajar dengan hati yang dibahas oleh Bapak Furqon dalam bukunya, yang sebelumnya tidak pernah temukan dalam buku-buku lain.
Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati penulis rasa sangat perlu untuk diterapkan oleh para guru di Indonesia. Dengan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati diharapkan guru Indonesia tidak hanya mengajar namun lebih luas lagi kearah mendidik. Yang menjadi perhatian penulis belakangan ini adalah banyaknya guru lupa memahami keinginan hati setiap siswanya. Dengan mengetahui keinginan hati dari setiap siswanya, dapat mempermudah guru mencapai tujuan proses belajar-menganya. Bagai mana tidak dengan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati guru akan mampu membangkitkan semangat belajar para siswanya., begitu jelas Bapak Furqon dalam bukunya tersebut. Bapak Fuqon juga menjelaskan bahwa untuk menerapkan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati, guru harus menumbuhkan rasa sebagai berikut: 1. Mendidik untuk mencari keridhaan Yang Maha Kuasa, 2. Mendidik merupakan tugas mulia, 3. Mendidik merupakan tugas utama guru.
Penulis dapat simpulkan dengan tiga hal tersebut guru diharapkan lebih mencintai dan bersungguh-sunggu menjalankan tugasnya, yang dilandasi karena mengharapkan keridhaan Yang Maha Kuasa.

Untuk menerapkan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati maka guru harus mampu menumbuhkan rasa cinta yang ikhlas karena mengharapkan keridhaan yang Maha Kuasa.
Toto Tasmara (2001: xvii) mengemukakan bahwa cinta adalah keinginan untuk memberi dan tidak memiliki pamrih untuk memperoleh imbalan. Cinta bukan komoditas, tetapi sebuah kepedulian yang sangat kuat terhadap moral dan kemanusiaan. Cinta berarti kemampuan untuk membuka pintu pemaafan serta jauh dari sikap dendam dan benci. Dalam konteks cinta ini maka peran suara hati sangat penting artinya dan sekaligus merupakan kunci keberhasilan dalam mendidik siswa.

Dengan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati maka seharusnya tidak ada kebencian yang menyelimuti proses belajar- mengajar di kelas. Baik di hati guru ataupun siswanya. Dan dengan Strategi Belajar- Mengajar Guru dengan Hati proses belajar-mengajar akan lebih hangat dan akhirnya akan menciptakan iklim kelas yang kondusif dan proses belajar-mengajar yang efektif. [Ydigmb]

Jumat, 22 Agustus 2014

Lima Kunci Keberhasilan Menurut Thomas Stanley Agar Dapat Diterapkan Pada Guru dan Siswa



Berhasil adalah kata yang paling diingat dalam perjalanan pejuang. Baik itu pekerja, pengusaha,mahasiswa, ataupun siswa. Untuk berhasil seseorang butuh strategi yang baik dalam perjalanan perjuanganya. Maka strategi untuk berhasil harus difikirkan secara masak dan teliti. Beda hal keberhasilan yang ingin dicapai oleh Siswa Taman Kanak-kanak (TK) atau Siswa Sekolah Dasar (SD). Untuk berhasil Siswa TK ataupun SD sangat dipengaruhi oleh strategi pendidiknya (Guru) walau tidak melepas tanggung jawab dari orang tua mereka di Rumah. Untuk mengantarkan siswanya dalam lingkaran keberhasilan, guru harus memiliki banyak strategi. Karena sudah menjadi tuntutan profesinya yang harus berhasil membentuk pribadi manusia berkarakter baik dan dewasa agar dapat mengantarkan manusia itu dalam situasi keberhasilan.

Ada 5 kunci keberhasilan menurut Thomas Stanley:

  1. Jujur kepada semua orang,
  2. Menerapkan disiplin,
  3. Bergaul baik dengan orang lain,
  4. Memiliki suami atau istri (untuk siswa, orang tua) yang mendukung dan,
  5. Bekerja lebih giat dari pada kebanyakan orang.

Jika seorang Guru mampu menerapkan 5 kunci keberhasilan menurut Thomas Stanley tersebut terhadap siswanya, maka berhasil bukanlah hal yang sulit untuk dicapai. Menerapkan 5 kunci keberhasilan menurut Thomas Stanley tersebut bukanlah hal yang mudah. Seorang guru harus memiliki niat dan kesungguhan yang kuat untuk berhasil. Dan keberhasilan seorang Guru dapat dicapai dari keberhasilan siswanya. Niat dan kesungguhan seorang guru dapat diwujudkan melalui penerapan 5 kunci keberhasilan menurut Thomas Stanley tersebut untuk dirinya lalu ditularkan kepada siswanya.[Ydigmb].